Tampilkan postingan dengan label #Mesin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Mesin. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2013

Aman Di Jalan Pakai Transmisi Matik


Aman Di Jalan Pakai Transmisi Matik, Berikut Ini Triknya!

Mengemudikan mobil bertransmisi otomatis memang lebih mudah dibanding mobil manual. Agar pengalaman ini semakin sempurna, ada beberapa trik yang bisa diterapkan dalam pengoperasian matik agar berkendara jadi lebih aman .Banyak pengemudi pemula yang justru merasa kesulitan untuk mengoperasikan mobil bertransmisi otomatis. Menurut mereka, lebih mudah mengemudikan mobil bertransmisi manual ketimbang otomatis. Sebagian mengaku tidak mengerti pengoperasian maupun simbol-simbol yang ada. Ada pula yang beranggapan dengan perpindahan gigi dilakukan secara manual, semua mekanisme tetap dalam kontrol pengemudi. Hal-hal itulah yang menyebabkan mobil bertransmisi otomatis dianggap membuat canggung. 

Pendapat ini ada benarnya. Tapi sesungguhnya transmisi otomatis diciptakan untuk mengeliminasi beberapa kegiatan pengemudi di saat mengemudikan mobil. Yakni pengemudi tak perlu lagi menekan pedal kopling dan memindahkan tuas transmisi. Sehingga pengemudi semakin nyaman dan tidak lekas lelah, terlebih ketika menghadapi kemacetan.
 Adaptasi memang menjadi kunci bagi pengemudi pemula. Penguasaan pengoperasian transmisi otomatis itu sendiri memang penting. Tapi ada beberapa trik pengoperasian transmisi otomatis yang bisa diterapkan agar lebih aman di jalan. Tentu hal ini dilakukan sambil menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi dan situasi di jalan.

Menyalip 

Ketika menyalip, Anda membutuhkan kecepatan yang lebih tinggi daripada mobil di depan. Pada mobil bertransmisi otomatis, cara untuk memacu kendaraan lebih cepat bisa dilakukan dengan menginjak penuh pedal gas (kickdown) sehingga transmisi akan berpindah ke gigi lebih rendah. Dalam kondisi ini Anda akan merasa terdorong akibat mobil berakselerasi.
 

Setelah posisi Anda melewati mobil yang disalip, di saat itulah Anda mulai mengendurkan tekanan pedal gas. Yang terjadi berikutnya adalah secara otomatis transmisi akan memindahkan gigi ke tingkat lebih tinggi. Hal ini ditandai dengan munculnya dorongan kecil.
 

Pada kecepatan yang tidak tinggi, walau Anda telah melakukan kickdown,  terkadang transmisi tidak berpindah ke gigi lebih rendah. Nah, pada kondisi ini Anda dapat mengoperasikan tuas transmisi secara manual untuk mendapatkan akselerasi yang dibutuhkan saat menyalip.
 

Misalnya dengan memindahkan tuas dari posisi ‘D’ ke posisi ‘3’ atau ‘2’, atau dengan mematikan ¬overdrive  (ditandai dengan menyalanya indikator “O/D OFF”). Anda pun tidak perlu menekan penuh pedal gas. Besarnya tekanan pada pedal gas, disesuaikan dengan seberapa cepat akselerasi yang Anda inginkan.

Jalan menanjak 

Sama halnya seperti ingin menyalip, mendaki jalan menanjak dapat dilakukan dengan kickdown  maupun memindahkan tuas transmisi secara manual. Soalnya Anda membutuhkan tenaga lebih besar agar mobil dapat menanjak.
 

Namun ketika cara kickdown  tidak memindahkan gigi, maka cara manual tadi lebih efektif digunakan. Sambil mengatur putaran mesin tidak terlalu tinggi yaitu sekitar 3.000 rpm agar torsi mesin yang dibutuhkan tetap terjaga. Anda dapat memindahkan tuas transmisi secara bertahap dari ‘D’ ke ‘3’, ‘2’, hingga ‘1’ atau L untuk tanjakan yang terjal. Jangan lupa untuk memantau posisi gigi pada panel instrumen.
 

Memanfaatkan momentum dari kendaraan yakni menggunakan kecepatan untuk menanjak juga bisa dilakukan. Jadi Anda dapat menambah kecepatan mobil sebelum memasuki mulut tanjakan. Namun cara ini membutuhkan kewaspadaan tinggi, karena dengan kecepatan lebih tinggi risiko juga meningkat. Cara ini bisa dilakukan pada
kondisi jalan yang lengang sambil memantau kondisi permukaan jalan.

Jalan menurun 

Selain menggunakan rem, pengendara membutuhkan engine brake  untuk membantu mengurangi atau menjaga kecepatan di jalan menurun. Sehingga beban untuk deselerasi tidak semuanya ditanggung oleh rem.

Beberapa mobil bertransmisi otomatis telah dilengkapi fitur yang dapat memindah gigi lebih rendah secara otomatis ketika bodi menukik di jalan menurun atau saat deselerasi.
Semisal fitur Grade Logic Control pada transmisi otomatis Honda. Fitur ini memudahkan pengemudi untuk mendapatkan efek engine brake  tanpa perlu memindah tuas transmisi. 

Sementara pada transmisi otomatis konvensional, Anda dapat memindah tuas secara manual ke posisi gigi yang lebih rendah. Namun perhatikan tingkat putaran mesin. Penurunan gigi ini bisa dilakukan sekitar 3.000 rpm dan dengan cara bertahap. Jika putaran mesin masih terlalu tinggi, Anda dapat menekan pedal rem lebih dulu.


Menikung 

Agar aman, deselerasi selalu dilakukan sebelum mobil mencapai mulut tikungan. Bisa menggunakan rem maupun memindah gigi lebih rendah. Sama seperti di jalan menurun, perpindahan gigi ini dilakukan dengan mencermati putaran mesin serta dilakukan secara bertahap

Waspada gangguan 

Mobil bertransmisi otomatis memang lebih nyaman untuk dikendarai. Tapi tetap ada potensi membahayakan yang bisa muncul. Soalnya ada transmisi otomatis yang telah dilengkapi fitur safety  dan ada pula yang tidak.
 

Beberapa transmisi otomatis yang tidak memiliki fitur safety,  posisi tuas transmisinya bisa dipindahkan tanpa perlu menginjak pedal rem lebih dulu. Malah ada pula yang tidak perlu menyalakan mesin. Cukup dengan memutar kunci ke posisi ignition,  posisi tuas pun bisa dipindahkan.
 

Andaikan mobil diparkir di jalan menurun tanpa menggunakan rem parkir. Ketika anak Anda ingin mendengarkan radio di mobil dan ia bisa memutar kunci pada posisi ignition.  Dan tanpa sengaja tuas transmisi terdorong ke posisi ‘N’, maka mobil pun dapat menggelinding bebas.
 

Hal sama juga bisa terjadi ketika sedang berhenti sambil menunggu traffic light.  Ketika Anda tidak menggunakan rem parkir atau menginjak pedal rem, bisa terjadi tanpa sengaja anak Anda memindahkan tuas dari ‘N’ ke ‘D’ atau ‘R’.
 

Nah, kewaspadaan selalu dijaga baik sedang parkir maupun di jalan. Seperti tidak meninggalkan kunci di mobil walau ada penumpang di dalam. Selalu menggunakan rem parkir ketika parkir. Serta menjaga mobil tetap berhenti ketika sedang menunggu traffic light.
 

Selain itu, Anda juga bisa memastikan apakah transmisi otomatis mobil Anda sudah dilengkapi pengaman yakni Brake Transmission Shift Interlock Device  (BTSI) atau belum. Coba beberapa langkah berikut ini.
 

1.    Parkirlah mobil di jalan datar.
 
2.    Gunakan rem parkir.
 
3.    Pastikan tidak ada orang atau obyek di depan maupun belakang mobil Anda.
 
4.    Coba pindahkan tuas transmisi tanpa menginjak pedal rem. Lakukan langkah ini pada posisi kunci di off  dan ignition.  Jika tuas bisa dipindahkan pada kunci di off,  maka tidak ada pengaman. Jika tuas bisa dipindahkan ketika kunci di ignition,  maka pengaman transmisi mobil Anda tidak berfungsi pada posisi kunci itu. Artinya, Anda akan tahu kalau mobil bisa menggelinding bila tuas berpindah ke ‘N’.
 
5.    Hidupkan mesin mobil dan coba pindahkan tuas transmisi tanpa menginjak pedal rem. Lakukan cara ini dengan hati-hati. Jika tuas bisa dipindahkan, maka transmisi tidak dilengkapi pengaman.
 

Melaju tanpa digas
 

Mayoritas mobil bertransmisi otomatis dapat melaju walau Anda tidak menekan pedal gas. Namun berapa kecepatan yang dihasilkan bisa berbeda tiap mobil. Hal ini juga perlu diwaspadai pengemudi karena memiliki potensi membahayakan.
 

Kami pun mencari tahu seberapa impak yang dihasilkan pada kondisi jalan datar. Kami pun mencari tahu seberapa besar impak yang dihasilkan pada lintasan lurus dan jalan yang datar. Untuk mengetahuinya, kami menjalankan Toyota Vios A/T tanpa menekan pedal gas sambil menerapkan 2 kondisi yakni AC aktif dan tidak. Untuk mengukur kecepatan maksimum yang dicapai kami menggunakan perangkat GPS.
 

Kecepatan maksimum yang dihasilkan dengan mengaktifkan AC adalah 8 km/jam (v). Sementara kecepatan maksimum tanpa AC aktif adalah 6,5 km/jam. Dengan dua kecepatan itu dan bobot kendaraan (m) 1.055 kg, berapa besar beban atau momentum yang diterima obyek ketika terjadi tumbukan?
 

Perhitungan momentum ketika tumbukan yang diterima obyek pada kecepatan 8 km/jam (2,2222 meter/detik) adalah:
 

    M (momentum) = m (massa) x v (kecepatan/velocity)
 
                 = 1.055 kg x 2,2222 m/s
 
                 = 2.344,4 kg.m/s
 

Semakin besar massa kendaraan membuat momentumnya juga semakin besar. Sebagai perbandingan, sebuah truk yang berbobot lebih berat mempunyai momentum lebih besar dibanding sedan yang bergerak dengan kecepatan yang sama.
 

Secara teoretis, pergerakan sedan dengan kecepatan itu relatif dapat mencederai orang dewasa. Cedera bisa lebih parah jika obyek itu adalah anak kecil. Sementara pada kecepatan 6,5 km/jam, momentum yang diterima objek memang lebih kecil yakni 1.904,2 kg.m/s. Tapi potensi cedera tetap ada karena obyek bisa terempas ke kap mesin atau terpental.
 

Selain di saat tumbukan, cedera juga disebabkan sesaat setelah tumbukan terjadi. Jika respons pengendara tidak cepat untuk menginjak rem, obyek yang ditabrak pun bisa terseret di kolong mobil akibat mentransfer momentum tadi.
 

Jadi, walau hanya ingin berkendara santai dengan kecepatan rendah di lingkungan perumahan, waspada saat mengemudi tetap prioritas pertama.
 


Design & Arrangment  : Renardo Jevanova,    Source : OTOMOTIFNET.com

Toyota Alphard Mk 1


Toyota Alphard Mk 1

Penampilan yang elegan serta mencitrakan mobil seorang pengusaha sukses menjadi daya tarik dari Toyota Alphard di Indonesia. Menariknya, MPV Toyota ini memiliki kepraktisan dan kenyamanan cukup tinggi.Pecinta otomotif Tanah Air langsung menyambut hangat kehadirannya. Terbukti begitu dipasarkan oleh Importir Umum (IU) pada pertengahan 2003, banyak konsumen langsung terpikat oleh lekuk tubuh MPV mewah dari Toyota ini.

Toyota cerdas dalam memadukan ketangguhan mesin, suspensi, interior dan desain bodi menawan. Kelegaan dan kepraktisan pada Alphard disajikan dengan modern dan menawan.

Toyota Alphard mempunyai lampu depan besar model diamond cut dan sudah dilengkapi HID (High Intensity Discharge) xenon. Perpaduan bentuk kaca belakang luas dan kaca samping lebar, membuat visibilitas MPV ini seperti di rumah mewah dengan kaca-kaca yang besar.

Memiliki pilihan mesin 2.400 cc dan 3.000 cc, dapur pacu Alphard terbukti tangguh. MPV serbaguna ini juga memiliki kepraktisan hebat. Seperti bangku belakang yang dapat diatur dalam beberapa konfigurasi untuk mendapatkan keluasan ruang untuk menaruh koper-koper besar, maupun tas golf.

Untuk memanjakan penumpangnya, beragam fitur telah disiapkan. Perangkat head unit sudah dilengkapi monitor TV dan dapat memutar kepingan DVD serta monitor TV di atas plafon dan AC terdapat dari setiap sisi penumpang. Seatbelt hadir di semua baris penumpang yang merupakan kelengkapan standar di tipe MZ


HISTORY
Toyota Alphard ditawarkan kepada publik Tanah Air pada pertengahan 2003. Ketika itu sambutan pecinta otomotif sangat antusias.

Sosok Alphard terlihat gagah, dan menawan serta menonjolkan unsur kemewahan. Tak heran, banyak calon konsumen kalangan papan atas yang kesengsem dengan Luxury MPV ini. Permintaan langsung melonjak di saat kran penjualan dibuka untuk para Importir Umum.

Lima varian yang disodorkan Toyota secara berurutan yakni AXL, AS, ASG, MZ, dan MZG. Alphard AXL sebagai varian paling standar, sementara MZG merupakan varian paling lengkap dan mewah.

Pertengahan 2005, Alphard mengalami penyegaran, khususnya di eksterior. Perubahan ini tampak pada front dan rear bumper guard, headlamp proyektor, serta front grill ornament dengan sentuhan baru yang menambah cantik hidung MPV mewah ini.

Menjelang penyelenggaraan IIMS 2008, PT Toyota-Astra Motor (TAM) meluncurkan Alphard 3.5 V sebagai salah satu line-up di Tanah Air. Model yang masuk resmi melalui jalur ATPM ini merupakan generasi terbaru dengan berbagai fasilitas yang membuatnya semakin nyaman.

Tahun berikutnya, PT TAM kembali mendatangkan varian Alphard lainnya, yaitu bermesin 2.400 cc dengan transmisi CVT. Ada 2 trim untuk versi bermesin 4 silinder ini, yaitu 2.4 G yang lebih mewah dan 2.4 X yang ekonomis.



CHECKLIST
MESIN
Meski hanya berkapasitas 2.400 cc, mesin 4 silinder Alphard cukup perkasa dan efisien. Tarikan MPV premium ini cukup responsif di putaran tinggi, namun terasa kurang pada rpm rendah.
Pemakaian bahan bakar beroktan tinggi menjadi salah satu solusinya.

SUSPENSI
Bantingan Alphard sangat lembut, terutama saat melibas lubang dan polisi tidur. Nah, bila suspensi mulai melemah lantaran usia pakai, tentu bantingan menjadi mengayun, dan mobil kurang stabil. Umumnya hal ini disebabkan sokbreker yang telah melemah.

MOTOR SLIDING DOOR
Fitur Automatic Sliding Door perlu diperiksa kinerjanya. Jangan sampai motor elektrik penggerak sliding door ini telah melemah, sehingga pintu tidak lagi bisa dibuka secara otomatis. Pastikan kinerjanya sempurna dan halus, meski bila motor rusak pun pintu tetap dapat dibuka secara manual.

Berapa yang harus dikeluarkan? 
Toyota Alphard AXL
2003): Rp 320 juta
 ASG
2003): Rp 340 juta
 MZG
(2004): Rp 400 juta
Onderdil 
Filter oli 
Rp 40 ribu
Filter udara
Rp 332 ribu
Busi
Rp 471 ribu per buah
Kampas rem depan
Rp 1,5 juta per set
Kampas rem belakang
Rp 1,1 juta per set
Sokbreker depan kiri
Rp 11 juta
Sokbreker depan kanan
Rp 8 juta
Sokbreker belakang
Rp 4,5 juta per set


Komentar bengkel
Lim Abdoerrochim,
Service Advisor Garansindo

Lakukan general check-up sebelum membeli Toyota Alphard. Dengan melakukan itu, maka Anda akan mengetahui beragam kendala atau kerusakan yang mungkin terjadi di Toyota Alphard secara menyeluruh. Di Garansindo, ongkos pengecekannya hanya dikenakan biaya sebesar Rp 350 ribu.

Dengan mengetahui apa saja kendalanya, maka akan memudahkan Anda untuk mengestimasi biaya reparasi, dan meningkatkan daya tawar untuk menegosiasi harga.

Yang pasti, secara umum Toyota Alphard adalah mobil yang jauh dari masalah. Mesin berkonfigurasi 4 silinder dan V6 pada Alphard generasi ini membuatnya halus dan nyaman, dan pastinya bantingan suspensi MPV premium Toyota ini tak perlu dipertanyakan lagi.


Alternatif
Nissan Elgrand produksi 2005-2007 bisa menjadi pilihan alternatif. Kualitas Nissan sudah teruji dan terkenal. Daya tariknya terletak pada performa mesin dan bantingan suspensi yang terkenal sangat nyaman. Ditambah Luxury MPV Nissan ini juga memiliki harga kompetitif.


Rekomendasi
Alphard MZG merupakan pilihan terbaik, karena varian ini merupakan model paling mewah. Kelengkapannya termasuk jok kulit, electric seat untuk pengemudi, dan dua monitor TV.



Design & Arrangment  : Renardo Jevanova,    Source : OTOMOTIFNET.com